• Home
  • Posts RSS
  • Comments RSS
  • Edit
Blue Orange Green Pink Purple

GAGAKJAVA

.

Misteri Mata Kucing Bersinar Dalam Gelap

Kucing adalah makhluk yang sangat menggemaskan. Sikapnya yang manja membuatnya mudah dijadikan sahabat manusia. Dengkuran halus akan terdengar jika kepalanya dibelai sayang. Binatang kesayangan Cleopatra ini punya satu keistimewaan yang merupakan ciri khas hewan-hewan yang aktif di waktu malam (hewan nocturnal). Matanya akan seperti bersinar jika ia berada di lingkungan yang pencahayaannya sangat minim. Mengapa mata kucing terlihat bersinar? Bagaimana bisa demikian?
”Tapetum lucidum”
Bagian mata yang disebut tapetum lucidum-lah yang memiliki

peran besar menjadikan mata kucing bersinar dalam gelap. Nama tersebut diambil dari bahasa Latin yang artinya “karpet terang”. Jaringan tapetum ini adalah sebuah reflektif membran yang cukup tebal. Jaringan ini dibangun atas kurang lebih 15 sel dan berada tepat di belakang retina. Fungsinya, untuk memperbanyak jumlah cahaya yang dapat diterima oleh retina.
Mata yang “terang” ini hanyalah salah satu efek dari usaha kucing dan hewan-hewan nocturnal lainnya seperti burung hantu dan lemur untuk dapat melihat dengan jelas di tempat yang minim cahaya. Masih banyak misteri di balik rahasia kemampuan penglihatan kucing yang istimewa ini. Kucing adalah hewan yang cenderung lebih banyak melakukan aktivitas di malam hari. Mulai dari berburu, makan, bahkan bermain. Agar kegiatannya bisa lancar tanpa harus nabrak-nabrak, kucing harus punya kemampuan mendeteksi suatu objek atau benda-benda yang menjadi targetnya meskipun lingkungan di sekitarnya gelap.
Kemampuan penglihatan dengan mekanisme istimewa yang dimiliki kucing dan hewan-hewan nocturnal lainnya akan sangat membantu mereka dalam bertahan hidup di malam hari. Mereka hanya membutuhkan 1/6 kekuatan cahaya dibandingkan dengan manusia. Bagian dari mata kucing yang disebut pupil sanggup berdilatasi tiga kali lebih besar dibandingkan mata manusia.
Mata kucing terdiri atas tiga bagian utama. Lapisan terluar adalah tunika fibrosa. Lapisan ini tersusun atas serat elastik dan serat kolagen yang disebut sklera. Sklera mencakup tiga perempat bagian posterior dari lapisan fibrosa, sisanya yaitu bagian anterior dari mata yang disebut kornea mencakup seperempat bagian dari lapisan ini.
Lapisan kedua adalah tunika vaskular. Seperti namanya, lapisan ini tersusun atas pembuluh-pembuluh darah yang memberi pasokan oksigen dan nutrisi untuk jaringan mata. Komponen mata yang ada pada lapisan ini, yang paling bertanggung jawab untuk kejelasan penglihatan terhadap suatu objek adalah lensa. Pada lapisan ini organ pupil juga dapat dijumpai. Pada dasarnya, bentuk pupil adalah bulat atau disebut juga sirkular. Di cahaya terang pupil akan terlihat mengecil, sebaliknya di cahaya yang minim pupil akan terlihat membesar. Kondisi pupil yang membesar ini adalah sebagai usaha untuk memperoleh cahaya sebanyak-banyaknya.
Bentuk pupil kucing pada siang hari yang terang akan terlihat seperti satu garis lurus yang memanjang secara vertikal. Sebaliknya, pupil manusia dan hewan-hewan yang aktif di siang hari seperti singa misalnya, akan tetap terlihat bulat meskipun diameternya menjadi semakin kecil. Keuntungan dari pupil kucing yang dapat berubah menjadi pipih ini adalah kucing dapat melakukan kontrol lebih akurat untuk mengendalikan seberapa banyak cahaya yang masuk ke matanya.
Lapisan selanjutnya adalah tunika nervosa yang tersusun atas lapisan sel fotoreseptor atau disebut retina. Sel-sel ini mampu mengubah cahaya menjadi sinyal eletrokimia untuk kemudian ditransmisikan menuju sistem saraf. Ada dua tipe sel fotoreseptor yaitu sel batang (rods) dan sel kerucut (cones). Si “karpet terang” tapetum lucidum lokasinya ada di belakang bagian mata yang disebut retina ini.
Untuk dapat melihat suatu objek, cahaya yang masuk ke mata kucing harus melakukan perjalanan melalui bagian-bagian mata yang dimilikinya. Bahkan ada saat di mana cahaya itu “berjalan” bolak-balik untuk memaksimalkan cahaya yang diterima mata yaitu pada saat kucing berada di tempat yang gelap.
Setelah cahaya masuk melalui pupil, cahaya tersebut akan difokuskan oleh lensa menuju retina, kemudian informasinya diteruskan ke otak oleh saraf-saraf mata. Sel kerucut bekerja dengan baik pada cahaya terang dan berfungsi mengirimkan detail informasi gambar yang diterima ke otak. Sedangkan sel batang bekerja dengan baik pada cahaya dengan level rendah. Sel batang ini berfungsi dalam pendeteksian gerakan dan dasar informasi dalam bentuk visual. Suatu pigmen fotosensitif di dalam sel batang yang disebut rhodopsin hanya sensitif terhadap cahaya pada level rendah. Pada siang hari, pigmen tersebut akan terpecah dengan cepat sehingga persepsi secara visual menjadi kurang efektif.
Nah, retina pada hewan nocturnal hampir seluruhnya tersusun atas sel-sel batang. Sedangkan tipe sel lainnya yaitu sel kerucut, hampir tidak ada atau tidak ada sama sekali. Akibatnya kebanyakan hewan nocturnal seperti kucing ini tidak memiliki kemampuan untuk membedakan warna. Sedikitnya sel kerucut yang ada dalam retina juga menyebabkan kucing bisa mengetahui letak objek yang ada di depannya dengan jelas meskipun tidak dapat melihat detail objek yang dilihatnya itu.
Pada lingkungan dengan level cahaya rendah, kerja keras mata untuk dapat melihat dibantu oleh si “karpet terang” tapetum lucidum. Seperti cermin, tapetum memantulkan cahaya yang sebelumnya telah diterima melalui retina, kembali lagi ke retina untuk kedua kalinya. Pada saat tersebut, cahaya diberi kesempatan kedua untuk menghantam sel-sel batang dalam retina yang sangat sensitif terhadap cahaya dan memaksimalkan penyerapan informasi gambar yang diterima. Dalam perjalanannya yang kedua ini, cahaya tidak diserap, melainkan dikeluarkan kembali ke mata melalui organ pupil. Itu sebabnya di tempat yang pencahayaannya minim, mata kucing akan terlihat bersinar seperti nyala lampu senter.***
R.A. Laksmi Priti Manohara
Alumni Jurusan Biologi FMIPA Universitas Padjadjaran.

Read More 0 komentar | Diposting oleh dwikg edit post

0 komentar



Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

GAGAKJAVA

  • About
      About me. Edit this in the options panel.
  • Gagakjava

    ikhlas, cepat, senyap, tepat

    Dwi KG

    Dwi KG

    link

    • bismania

    Popular Posts

    • TIPE TIPE BUS MERCEDES-BENZ & SPESIFIKASI MB OH 1521
      Chassis bus O/OF: 1. LO508, wheelbase: 3.800mm, mesin: OM314, tenaga: 80hp, 2. MBO700, wheelbase: 3.800mm, mesin: OM364A, tenaga: 122hp, 3. ...
    • TIPE TIPE BUS HINO DI INDONESIA
      Dari berbagai sumber akhirnya ditemukan sejarah model Hino yang resmi di Indonesia. List disusun berdasarkan tahun keluarnya. tipe, tahun pr...
    • ABOUT OVERHANG BIS
      Untuk mengidentifikasi tipe tipe Mercedes Benz secara kasat mata dilihat dari : 1. Overhang depan. 2. Overhang belakang. 3. Ban depan. 4. Ai...
    • SLOGAN BIS INDONESIA
      CINTAMU TAK SEMURNI BENSINKU "TABAH MENANTI" "Mabok bae" "Ku Nanti Jandamu" About and Thank's Difficult By...

    about me

    Foto saya
    dwikg
    banjarnegara,banyumas, jawa tengah, Indonesia
    Lihat profil lengkapku

    wayah

    kunjungan sahabat

    Hit Counter
    HTML Counter

    Blog Archive

    • ►  2011 (1)
      • ►  Desember (1)
    • ►  2010 (5)
      • ►  September (1)
      • ►  Januari (4)
    • ▼  2009 (15)
      • ►  April (2)
      • ►  Maret (2)
      • ►  Februari (2)
      • ▼  Januari (9)
        • Misteri Mata Kucing Bersinar Dalam Gelap
        • Muatan Listrik
        • Coblosan RT, pertama di Indonesia
        • Inovasi Fuji Xerox, Ciptakan Fotokopi Pintar
        • IBM Ciptakan Mikroskop Baru
        • Windows 7 Beta
        • Pramuka
        • SLOGAN BIS INDONESIA
        • Pancasila, Sej Lambang NKRI Burung Garuda
    • ►  2008 (2)
      • ►  Desember (2)

    calendar


    Free Blog Content

    comment


    ShoutMix chat widget
  • Search






    • Home
    • Posts RSS
    • Comments RSS
    • Edit

    © Copyright Gagakjava. All rights reserved.
    Designed by FTL Wordpress Themes | Bloggerized by FalconHive.com | Blogger Templates
    brought to you by Smashing Magazine

    Back to Top