Mikroskop itu memperbesar objek melalui proses bernama magnetic resonance force microscopy (MRFM). Mikroskop akan mendeteksi resonansi tenaga magnetik ultra-kecil. Dengan teknik itu, mikroskop bisa melihat bagian bawah permukaan sekaligus aman bagi material biologis. Artinya, benda bisa diamati dalam wujud tiga dimensinya.
Untuk menghasilkan teknologi itu, IBM bekerjasama dengan Center for Probing the Nanoscale dari Universitas Stanford. Mereka meningkatkan sensitifitas MRFM agar bisa menghasilkan gambar beresolusi tinggi.
IBM telah menguji mikroskop itu untuk menggambarkan benda berskala nanometer. Salah satunya adalah untuk mengamati virus tembakau berukuran 18 nanometer atau satu per 18 miliar meter.
Peneliti di IBM berharap, mikroskop itu bermanfaat untuk menginvestigasi berbagai penyakit dan menciptakan pengobatan baru. "Teknologi ini adalah cara revolusioner dalam mengamati virus, bakteri, protein, dan elemen biologis lainnya," kata Mark Dean, Wakil Presiden Strategi dan Operasi IBM Research.
Mikroskop berkemampuan tinggi juga pernah digunakan ilmuwan dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley National Laboratory setahun yang lalu. Mereka memakai mikroskop elektron setinggi 12 kaki bernama Transmission Electron Aberration-Corrected Microscope untuk mengamati struktur berskala atom dalam wujud tiga dimensi.
Pada Juli tahun lalu, peneliti dari Institut Teknologi California juga mengumumkan lahirnya mikroskop beresolusi tinggi namun berukuran kecil. Mikroskop Optofluidic ini didesain agar bisa dipakai menganalisa secara langsung contoh darah untuk malaria, atau memeriksa patogen atau jamur pada suplai air bersih.
disunting dari www.tempointeraktif.com


Posting Komentar